Ponpes Tahfidzul Qur'an Wahdah Islamiyah Makassar - Gowa
Hafiz Qur’an, Religius, dan Unggul
Jl. Dusun Bilaya Desa Pallantikan Kec. Pattallassang Kab. Gowa, Sulawesi Selatan
CP: 0823-3545-6682a.n. Rahmat, S.Hut., M.Pd.
Seri 1: Merenungi Alam: Tanda-Tanda Kebesaran Allah
Merenungi Alam: Cara Al-Qur’an Mengajak Manusia Mengenal Allah
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى yang dengan hidayah dan inayah-Nya kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati berbagai nikmat dalam kehidupan ini. Udara yang kita hirup, kesehatan yang kita rasakan, keluarga yang membersamai kita, hingga kesempatan untuk terus belajar dan memperbaiki diri, semuanya adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.
مَنْ يَهْدِهِ ٱللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
“Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa disesatkan-Nya, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.”
Di tengah kesibukan hidup, Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk sesekali berhenti dan merenung. Bukan hanya merenungi diri sendiri, tetapi juga merenungi alam semesta yang ada di sekitar kita.
Ayat-Ayat Kauniyah di Sekitar Kita
Dalam Islam, tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam semesta disebut sebagai ayat-ayat kauniyah. Langit, bumi, gunung, hujan, tumbuhan, hingga berbagai benda yang ada di sekitar kita merupakan bukti kekuasaan Allah سبحانه وتعالى.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Ali ‘Imran: 190)
Ayat ini mengajarkan bahwa orang beriman bukan hanya melihat alam dengan mata, tetapi juga dengan hati dan akal.
Cobalah memperhatikan hal-hal sederhana di sekitar kita: rumah tempat tinggal, meja belajar anak-anak kita, kipas angin, kendaraan, hingga telepon genggam yang setiap hari berada dalam genggaman kita.
Semua itu tidak mungkin ada dengan sendirinya. Ada yang merancang, membuat, dan mengaturnya.
Belajar dari Sebuah Handphone
Mari kita ambil contoh sebuah handphone. Semua orang memahami bahwa handphone tidak mungkin tercipta begitu saja. Ada perusahaan yang mendesainnya, ada teknisi yang merakitnya, dan ada sistem yang mengatur cara kerjanya.
Setiap handphone juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan agar dapat digunakan dengan baik. Jika digunakan tidak sesuai petunjuknya, handphone bisa mengalami kerusakan.
Ketika rusak pun, handphone dibawa ke tempat servis yang memahami sistem dan cara kerjanya.
Demikian pula dengan berbagai benda lain di sekitar kita. Semuanya memiliki pembuat dan tujuan penciptaan.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ
“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.”
(QS. Az-Zumar: 62)
Jika benda-benda sederhana saja ada pembuatnya, maka manusia yang jauh lebih sempurna tentu lebih layak memiliki Pencipta.
Manusia dan Penciptanya
Manusia mampu berpikir, belajar, menciptakan teknologi, dan bertahan hidup. Maka secara logika dan akal sehat, manusia tentu memiliki Pencipta Yang Maha Agung.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati yang berasal dari tanah.”
(QS. Al-Mu’minun: 12)
Akal yang jernih akan mengantarkan manusia kepada kesimpulan bahwa ada Zat Yang Maha Menciptakan, Maha Mengatur, dan Maha Berkuasa atas seluruh alam semesta. Dialah Allah سبحانه وتعالى.
Melalui tadabbur terhadap alam, seorang hamba akan semakin mengenal kebesaran Allah, semakin bersyukur atas nikmat-Nya, dan semakin yakin bahwa hidup ini bukan terjadi secara kebetulan.
Semoga Allah سبحانه وتعالى menjadikan kita dan keluarga kita termasuk orang-orang yang gemar merenungi tanda-tanda kebesaran-Nya dan mengambil pelajaran darinya.
Penulis. Rahmat. ed. Abdurrahman