Ponpes Tahfidzul Qur'an Wahdah Islamiyah Makassar - Gowa
Hafiz Qur’an, Religius, dan Unggul
Jl. Dusun Bilaya Desa Pallantikan Kec. Pattallassang Kab. Gowa, Sulawesi Selatan
CP: 0823-3545-6682a.n. Rahmat, S.Hut., M.Pd.
CIBINONG, WAHDAHEDUMAGZ.COM – Suasana pagi di Sekolah Qur’an (SQ) Wahdah Islamiyah Cibinong, Ponpes Tahfidz Qur’an Wahdah Cibinong, kini terasa berbeda. Usai salat Dhuha dan apel pagi, para santri tidak langsung beranjak menuju kelas.
Mereka duduk tenang, masing-masing dengan sebuah buku di tangan. Selama 15 menit, santri larut dalam bacaan—mulai dari kisah inspiratif, buku pengetahuan, hingga cerita fiksi sarat pesan moral, Senin (22/9/2025).
Program ini merupakan wajah baru gerakan literasi di pondok, yang lahir dari semangat wakaf buku hingga berkembang menjadi budaya literasi.
Pembina pondok, Ustadz Dr. Syamsuddin, menuturkan bahwa program literasi ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan untuk melatih santri agar terbiasa membaca, memahami, dan menulis kembali isi bacaan.
“Santri tidak hanya membaca teks, tapi juga belajar menangkap makna di balik informasi. Ada pesan moral yang bisa dipetik, ada pelajaran yang bisa dipahami. Inilah langkah awal menjadikan mereka pembaca aktif,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan membaca 15 menit per hari ini adalah tahap pembiasaan, sebagai landasan awal dari tiga tahap literasi: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran.
Gagasan ini semakin diperkaya dengan ide dari Ustadz Muhammad Hamka, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Cibinong Wahdah. Ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar tambahan, tetapi menjadi bagian dari rutinitas sekolah.
“Setiap pagi setelah Dhuha, siswa membaca buku selama 15 menit. Setelah itu, mereka menulis ringkasan atau pesan moral dari bacaan. Nantinya, hasil bacaan ini dipresentasikan di depan guru. Bahkan ke depan, orang tua juga akan kami undang agar menyaksikan langsung kemampuan anak-anak mereka,” jelasnya.
Saat ini, sudah terkumpul sekitar 70 judul buku melalui program donasi buku dari siswa. Semua buku dipilih dari sumber terpercaya di Jakarta, lalu diumumkan kepada peserta didik.
Semangat baru kini tumbuh di kalangan santri dan siswa SMP Wahdah. Mereka tidak hanya membaca, tapi juga menulis refleksi, serta menyampaikan kembali isi bacaan kepada teman-teman. Hal ini membuat mereka semakin percaya diri, terbiasa berbicara di depan umum, sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis.
“Kami ingin semua siswa gemar membaca, termasuk juga membaca koleksi buku di rumah masing-masing. Wali kelas pun ikut memantau kemajuan mereka,” tambah Ustadz Hamka.
Hal senada disampaikan Ustadz Dr. Agusman, Kepala SMA Wahdah Cibinong. Ia menegaskan bahwa literasi ini meneguhkan visi sekolah untuk melahirkan generasi Qur’ani yang luas wawasannya.
“Santri diharapkan tumbuh menjadi pembelajar sejati: mencintai Al-Qur’an sekaligus mencintai ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa gerakan wakaf buku sederhana kini telah berkembang menjadi gerakan literasi yang berdampak besar. “Gerakan ini bukan hanya menambah koleksi bacaan, tetapi membentuk karakter, mengasah keterampilan berpikir, serta menumbuhkan keberanian untuk berbagi pengetahuan,” tutupnya.
✨ Dengan adanya program literasi ini, Ponpes Tahfidz Qur’an Wahdah Cibinong berharap santri tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi generasi yang kritis, berwawasan, dan siap berbagi kebaikan melalui ilmu pengetahuan.
Apakah Anda ingin saya buatkan juga versi posting singkat (untuk Facebook/Instagram) dengan gaya bahasa lebih ringkas dan visual (misalnya menambahkan hashtag + CTA)?