Ponpes Tahfidzul Qur'an Wahdah Islamiyah Makassar - Gowa
Hafiz Qur’an, Religius, dan Unggul
Jl. Dusun Bilaya Desa Pallantikan Kec. Pattallassang Kab. Gowa, Sulawesi Selatan
CP: 0823-3545-6682a.n. Rahmat, S.Hut., M.Pd.
CIBINONG, WAHDAHEDUGAZ.COM – Ustadz Maulana La Eda, Ph.D., dosen IAI Stiba Makassar sekaligus alumni S3 Ilmu Hadis Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia, menyempatkan diri mengisi materi setelah salat
CIBINONG, WAHDAHEDUGAZ.COM – Ustadz Maulana La Eda, Ph.D., dosen IAI Stiba Makassar sekaligus alumni S3 Ilmu Hadis Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia, menyempatkan diri mengisi materi setelah salat Magrib sebelum kembali ke Makassar, Rabu (6/8/2025).
Bertempat di Masjid Ibnu Katsir, Komplek Ponpes Wahdah Cibinong (SQ Wahdah), hadir seluruh santri dan para pembina. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan lima pesan penting sebagai penguatan bagi santri selama menempuh pendidikan di pondok.
Dalam muqaddimahnya, Ustadz Maulana menekankan bahwa belajar agama bukan hanya soal menghafal atau duduk di kelas. Menurutnya, usia muda adalah waktu paling berharga untuk menimba ilmu dan menghafal Al-Qur’an.
Beliau memberi contoh: ada santri berusia 13–14 tahun yang sudah mampu menghafal 4 juz, padahal beliau sendiri baru menghafal 2–3 juz di usia 18 tahun. Hal ini menunjukkan keistimewaan semangat dan ketekunan sejak dini.
Menurut Ustadz Maulana, tujuan seorang santri berada di pesantren tidak boleh hanya berhenti pada “untuk menghafal Al-Qur’an” atau “untuk belajar.” Itu terlalu sederhana.
Tujuan yang sesungguhnya adalah menjadi ulama yang mampu menuntun umat dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Ustadz Maulana menutup dengan pengingat bahwa keunggulan santri yang belajar sejak SMP dan SMA akan terasa dalam 20 tahun ke depan, saat mereka tumbuh menjadi ulama kuat ilmu dan akhlaknya.
Beliau menegaskan, menjadi ulama bukan ditentukan cepat atau lambatnya hafalan, tetapi oleh kesungguhan, semangat, ketekunan, dan keberbaktiannya.
✨ Pesan ini menjadi bekal berharga bagi santri SQ Wahdah Cibinong untuk terus belajar dengan serius, menyiapkan diri sebagai kader ulama penggerak umat di masa depan.